Minggu, 31 Maret 2019

Pengertian perusahaan manufaktur


Perusahaan manufaktur adalah suatu perusahaan yang aktivitasnya mengelola bahan mentah/bahan baku sehingga menjadi barang jadi lalu menjualnya kepada konsumen.

Karakteristik Perusahaan Manufatur
1. Mengelola bahan mentah atau bahan.            baku menjadi produk jadi
2. Konsumen tidak ikut dalam proses                produksi
3. Hasil produksi berwujud atau terlihat
4. Adanya ketergantungan konsumen                untuk mencari produk lagi

Fungsi Bisnis Industri Manufaktur
1. Fungsi Produksi
2. Fungsi Pemasaran
3. Fungsi Administrasi dan Umum
4. Fungsi Keuangan


Ada beberapa penggolongan biaya pada perusahaan manufaktur,  yaitu sebagai berikut:

  • Penggolongan biaya berdasarkan fungsi - fungsi pokok dalam perusahaan
    -  Biaya Produksi ( Contohnya: Biaya                bahan baku , biaya tenaga kerja, BOP )
    -  Biaya Pemasaran ( Contohnya : Biaya             promosi , Komisi penjualan) 
    -  Biaya Administrasi dan Umum
       ( Contohnya: Gaji direksi,  biaya                        perlengkapan kantor) 

  • Penggolongan biaya berdasarkan hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai
    - Biaya produksi langsung 
      a.  Biaya bahan langsung ( Contohnya :               Tanah liat untuk pembuatan genting) 
      b.  Biaya tenaga kerja langsung                             (Contohnya : upah tukang jahit pada                perusahaan garmen) 
    - Biaya produksi tidak langsung
      a. Bahan penolong ( Contohnya: Perekat            dan tinta koreksi pada perusahaan                pencetakan )
      b. Tenaga kerja tidak langsung                              (Contohnya: Gaji manager produksi )
      C. Biaya produksi tidak langsung lainnya
          (Contohnya: Biaya perlengkapan                     pabrik )
  • Berdasarkan hubungan dengan volume kegiatan
    - Biaya tetap atau konstan 
       (Contohnya: Biaya penyusutan aktiva 
         tetap )
    - Biaya variabel ( Contohnya: Biaya                  bahan langsung , biaya tenaga kerja              langsung )
    - Biaya semi variabel 
       (Contohnya: Biaya pengawasan,  Biaya 
        pemeriksaan ) 


  • Berdasarkan jangka waktu manfaatnya
    - Pengeluaran modal 
      (Contohnya: pembelian gedung, tanah, 
        peralatan)
    - Pengeluaran pendapatan 
      (Contohnya: Pembayaran gaji                          administrasi kantor) 


Konsep-Konsep Akuntansi Biaya
Perusahaan industri manufaktur/pabrik, perusahaan yang kegiatannya adalah mengolah bahan baku menjadi produk jadi dan kemudian menjualnya.

Akuntansi biaya akan mempelajari pencatatan, penggolongan, dan pelaporan mengenai biaya pembuatan produk. Penggolongan atau pengelompokan biaya yaitu
a. Berdasarkan fungsi pokok perusahaan terutama atas dasar fungsi pokok pada perusahaan pabrik (manufaktur/industri) biaya-biaya dikelompokkan menjadi 3
Biaya Pemasaran, biaya yang berhubungan dengan usaha mencari pemesan dan memenuhi pesanan. Contohnya biaya Promosi
Biaya administrasi dan umum, biaya-biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan pengaturan,pengawasan, dan tata usaha organisasi perusahaan yang bersangkutan. Contohnya biaya perlengkapan kantor, biaya penyusutan perlengkapan kantor, gaji direksi, biaya penyelenggaraan rapat direksi.
Biaya Produksi, biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi Produk jadi. Contohnya gaji bagian administrasi pabrik, biaya pembangkit listrik tenaga listrik, upah tak langsung, biaya bahan baku.
b. Pengelompokan biaya dalam hubungannya dengan produk sebagai suatu yang di biayai
Biaya Langsung (Direct Cost)
Biaya yang dapat diidentifikasi langsung berhubungan dengan produksi barang objeknya. Contohnya seperti biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku.
Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan proses produksi secara keseluruhan. Contohnya biaya listrik, penyusutan mesin, upah mandor, dan biaya administrasi pabrik.


METODE PENGUMPULAN BIAYA
 
Just In Time (JIT)
Sistem produksi tepat waktu (JIT) adalah sistem produksi yang bertujuan untuk menghasilkan unit yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan dalam waktu yang diperlukan.
Activity Based Costing (ABC)
Sistem pembiayaan (costing system) secara umum terbagi menjadi dua tipe, yaitu sistem akuntansi biaya konvensional. Sistem akuntansi biaya konvensional menggunakan unit / kuantitas produk yang dihasilkan sebagai dasar pembebanan. Metode pembebanan semacam ini sering disebut juga Unit Based System. Pada sistem ini biaya-biaya yang timbul dicatat, dikumpulkan, dan dikendalikan berdasar atas elemen-elemennya ke dalam pusat-pusat pertanggungjawaban. Dengan cara semacam ini maka biaya-biaya produksi juga ditentukan menurut banyaknya sumber daya yang diserap oleh masing-masing pusat biaya.

Pencatatan Biaya Produksi
Pencatatan Biaya Bahan Baku
Transaksi yang menyangkut bahan baku diperusahaan manufaktur, pada dasarnya meliputi pemblian bahan baku dan pemakaian bahan baku dalam proses produksi.
Pencatatan Biaya tenaga Kerja Langsung
Sumber daya pencatatan biaya tenaga kerja langsung yaitu daftar gaji dan upah.
 Pencatatan Biaya-Biaya Produksi Tak Langsung
Pencatatan biaya Bahan Baku
Pencatatan Pembelian Bahan Baku dan Bahan Penolong
Pencatatan Bahan Baku dalam Produksi
Pencattaan Biaya Bahan Penolong
Pencatatan Biaya Tenaga Kerja

Perbedaan Metode Harga Pokok Pesanan dan Harga Pokok Proses
Penggolong Biaya Produksi
Metode harga pokok pesanan, digolongkan menjadi :
1. Biaya Bahan Baku, Mdeliputi Bahan Baku dan Bahan Penolong
2. Biaya Tenaga Kerja, Meliputi tenaga kerja langsung
3. Biaya Produksi tak langsung (tenaga kerja tak langsung atau biaya overhead pabrik) meliputi tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi tak langsung lainnya.
Metode harga pokok Proses, digolongkan menjadi :
1. Biaya bahan Baku, meliputi bahan baku dan bahan penolong
2. Biaya Tenaga Kerja, meliputi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tak langsung
3. Biaya Overhead Pabrik, mrliputi semua biaya kecuali BBB dan BTK dan semua biaya overhead
Pengumpulan Biaya Produksi
Metode Harga Pokok Pesanan, biaya produksi dikumpulka untuk setiap jenis produk yang diproduksi
Metode Harga Pokok Proses, biaya produksi dikumpulkan untuk tiap periode produksi.
Hitungan Harga Pokok Produk
Metode Harga Pokok Pesanan, dihitung setelah produk selesai diproses berdasarkan kartu harga pokok produk
Metode Harga Pokok Proses, harga pokok tiap satuan produk dihitung pada akhir periode, dengan cara setiap jumlah unsur biaya produksi dibagi unit ekuivalen produk.


Perhitungan Harga Pokok Pesanan
Estimasi Biaya Bahan Baku xxxx
Estimasi Biaya Tenaga Kerja xxxx
Estimasi Biaya Overhead xxxx +
Total Estimasi Biaya Produksi xxxx
Margin/laba yang diharapkan xxxx +
Harga jual yang dibebankan xxxxx
Metode Harga Pokok secara Massal
Metode ini merupakan metode metode yang berproduksi secara massal membuat satu jenis barang, pada perusahaan ini produk yang dibuat memiliki ukuran, bentuk, dan kualitas yang sama untuk mengisi persediaan. Misalnya perusahaan tepung terigu, pembuat mur dsb. Cara pengumpulan biaya produksinya dengan mengumpulkan biaya produksi yang terjadi dalam 1 periode dan membagikan sama rata lepada produk yang dihasilkan.
Rekening Kontrol (Controlling Account) dan Rekening Pembantu (Subsidiary Accounts)
Akuntansi biaya menggunakan banyak rekening pembantu untuk merinci biaya-biaya produksi. Rekening-rekening pembantu ini dikontrol ketelitiannya dengan menggunakan rekening kontrol. Didalam buku besar rekening kontrol menampung data yang bersumber dari jurnal, sedangkan rekening bembantu digunakan untuk data yang bersumber dari dokumen sumber.

Untuk mencatat biaya produksi, didalam buku besar dibentuk rekening kontrol barang dalam proses rekening ini dapat dipecah lebih lanjut menurut unsur biaya produksi sehingga ada 3 macam rekening barang dalam proses produksi yaitu :
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung
Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
Jika produk diolah melalui beberapa departemen produksi, rekening barang dalam proses dapat dirinci lebih lanjut menurut departemen dari unsur biaya produksi seperti contoh dibawah ini:
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Departemen A
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Departemen A
Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Departemen A

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Departemen B
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Departemen B
Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Departemen B
Untuk mencatat pakaian bahan baku yang dipakai dalam pembuatan suatu produk, jurnal yang dibuat adalah:
Biaya dalam Proses              xxxx
Persediaan Bahan Baku          xxxx
Karena rekening biaya bahan baku tidak diselenggarakan dalam buku besar, melainkan dalam buku pembantu kartu harga pokok, perhatikan jurnal-jurnal pencatatan biaya berikut yang menggunakan rekening kontrol :
- Untuk  mencatat biaya depresiasi gedung pabrik
Biaya Overhead Pabrik sesungguhnya     xxxx
Akumulasi Depresiasi Gedung                   xxxx
- Untuk mencatat biaya telex
Biaya Administrasi dan Umum         xxxx
Kas                                                     xxxx
- Untuk mencatat biaya depresiasi kendaraan yang digunakan bagian pemasaran
Biaya pemasaran                             xxxx
      Akumulasi Depresiasi Kendaraan       xxxx
Kartu Harga Pokok (Job Order Cost Sheet)
Merupakan catatan penting dalam metode harga pokok pesanan. Kartu harga pokok ini berfungsi sebagai rekening pembantu, yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan produk biaya produksi untuk mengerjakan pesanan tertentu dicatat secara rinci didalam kartu harga poko pesanan yang bersangkutan. Biaya produksi dipisakhan menjadi biaya produksi langsung terhadap pesanan tertentu dan biaya produksi tidak langsung dalam hunbungannya dengan pesanan tersebut. Biaya produksi langsung dicatat dalam kartu harga pesanan yang bersangkutan secara langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung dicatat dalam kartu harga pokok berdasarkan suatu tarif tertentu.
Kalkulasi Biaya
  Kalkulasi biaya atau costing adalah cara perhitungan biaya baik biaya produksi maupun biaya produk. Ada 2 macam kalkulasi biaya yaitu :
Kalkulasi Biaya berdasarkan Aktivitas (Activity Based Costing atau ABC)
Kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas adalah perhitungan produk didasarkan aktivitas nyata pengorbanan input untuk memperoleh output. Tujuan perhitungan model ini adalah untuk menentukan objek biaya secara akurat.
Contoh Soal

Kalkulasi Biaya berdasarkan Just In Time atau JIT
Kalkulasi biaya berdasarjan just in time ini bertujuan untuk menghilangkan pemborosan dengan cara memproduksi suatu produk hanya dalam kuantitas yang diminta pelanggan. Model ini dapat menghemat persediaan, dapat menetapkan letak pabrim yang efektif, dapat mengelompokan dan memperdayakan karyawan sesuai dengan bakat dan kemampuannya dan dapat mengadakan pengendalian mutu total, serta biaya overhead sangat mudah dilacak dan dibebankan kepada produk.
Contoh soal:

Pencatatan Biaya Produksi
Pencatatan Biaya Bahan Baku, transaksi yang menyangkut bahan baku di perusahaan manufaktur, pada dasarnya meliputi pembelian bahan baku dan pemakaian bahan baku dalam produksi.
Jurnalnya :
-mencatat transaksi pembelian bahan baku dan bahan penolong
Persediaan bahan baku                 xxxx
Persediaan bahan penolong          xxxx
Utang usaha/kas                             xxxx
-mencatat transaksi pemakaian bahan baku dalam proses produksi
Barang dalam proses                   xxxx
Persediaan bahan baku                 xxxx 
Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung, sumber data pencatatan biaya tenaga kerja langsung yaitu daftar gaji dan upah.
Jurnalnya
-mencatat biaya tenaga kerja langsung
Barang dalam proses              xxxx
Gaji dan upah                            xxxx
Pencatatan Biaya-Biaya Produksi Tak Langsung, yang termasuk ke dalam golongan biaya tak langsung:
Biaya bahan penolong
Biaya tenaga kerja tidak langsung
Biaya perlengkapan pabrik
Biaya asuransi pabrik
Biaya penerangan pabrik
Depresiasi mesin produksi
Depresiasi gedung pabrik
Jurnalnya
-untuk mencatat pengumpulan biaya produksi tidak langsung
Biaya overhead pabrik                            xxxx
Akun-akun biaya produksi tak langsung          xxxx
-untuk mencatat pemindahan total biaya produksi tidak langsung ke akun barang dalam proses
Barang dalam proses             xxxx
      Biaya overhead pabrik             xxxx



Perhitungan harga pokok proses
Perhitungan harga pokok proses ada tiga pola arus produk melalui Departemen-departemen produksi yaitu:
Arus Berurutan
Arus Sejajar
Arus Selektif

Urutan Perhitungan Harga Pokok Proses
Unit Masih Dalam Proses
Produk masih dalam proses – Produk selesai di transfer ke gedung
Mencari Biaya Konversi ( biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik)
Produk selesai di transfer + Persentase biaya konversi x Unit masih dalam proses
Mencari Harga Pokok Tiap Unit
Mencari Harga Pokok Produk Seluruhnya



Hitungan Harga Pokok Produk
Metode Harga Pokok Pesanan, dihitung setelah produk selesai diproses berdasarkan kartu harga pokok produk
Metode Harga Pokok Proses, harga pokok tiap satuan produk dihitung pada akhir periode, dengan cara setiap jumlah unsur biaya produksi dibagi unit ekuivalen produk.


Berikut data produksi PT. Rezeki yang mengolah produk melalui dua departemen dengan metode harga pokok proses.
Produk masuk proses ke departeen A 21.000 unit
Produk selesai dan ditransfer ke departemen B 20.000 unit
Produk dalam proses akhir 1000  unit
Dengan biaya konversi 75% bahan baku, 40% tenaga kerja langsung dan 25%  overhead pabrik
Produk diterima dari departemen A yang telah diproses dan selesai 17.500 unit produk dalam proses 2.500 unit dengan biaya konversi 40% bahan, 80% tenaga kerja langsung, dan 70% overhead pabrik.





Biaya Produksi yang terjadi :
Elemen Biaya
Departemen A
Departemen B
Jumlah

Bahan
Rp. 83.000.000
Rp. 37.000.000
Rp. 120.000.000

Tenaga Kerja
Rp. 122.400.000
Rp. 58.500.000
Rp. 180.900.000

Oerhead Pabrik
Rp. 60.750.000
Rp. 38.500.000
Rp. 99.250.000

Jumlah
Rp. 266.150.000
Rp. 134.000.000
Rp. 400.150.000



Diminta :
Buatlah perhitungan dan laporan harga pokok produksi untuk tiap departemen.
1. unit masih dalam proses
     Produk masuk dalam proses – produk selesai ditransfer ke departemen B
= 21.000 unit – 20.000 unit
= 1.000 unit

2. Mencari harga pokok tiap unit
     - biaya Produksi bahan
Rp. 83.000.000 : 21.000 unit = Rp. 3.952
     - biaya tenaga kerja
Rp. 122.400.000 : 20.000 unit = Rp. 6.120
     - biaya overhead pabrik
Rp. 60.750.000 : 20.000 Unit = Rp. 3.037
Total biaya Produksi per unit             = Rp. 13.109

2. Mencari harga pokok produk seluruhnya
     Produk yang telah ditransfer ke departemen B
     20.000 x Rp. 13.109 = Rp. 262.180.000
1. biaya bahan baku
    1.000 x 75% x Rp. 3.952 = Rp. 2.964.000
2. biaya tenaga kerja
    1000 x 40% x Rp. 6.120 = Rp. 2. 448.000
3. biaya overhead pabrik
    1000 x 25% x Rp. 3. 037 = Rp. 759. 250
Harga pokok dalam proses    Rp. 6.171.250

Total harga pokok proses seuruhnya    Rp. 268.351.250






PT. REZEKI
Laporan Biaya Produksi Departemen A
Bulan Agustus 2017

Data Produksi
Jumlah produk masuk proses 21.000 unit
Produk selesai ditransfer ke departemen B 20.000 unit
Produk dalam proses pabrik 1000    unit
Biaya yang dibebankan :
Jenis Biaya
Jumlah Biaya Produksi
Biaya Produksi Tiap Unit

Biaya Bahan Baku
Rp. 83.000.000
Rp. 3.952

Biaya Tenaga Kerja
Rp. 122. 400.000
Rp. 6.120

Biaya Overhead Pabrik
Rp. 60.750.000
Rp. 3.037

Jumlah
Rp. 266.150.000
Rp. 13.109

Perhitungan Biaya:
Harga Pokok produk selesai ditransfer ke departemen B
20.000 Unit x Rp. 13.109 Rp. 262.180.000
Biaya bahan baku Rp. 2.964.000
Biaya tenaga kerja Rp. 2.448.000
Biaya overhead pabrik Rp. 759.250
Rp. 6.171.250
Jumlah Biaya produksi Rp. 268.351.250

Laporan harga pokok produksi
Tahun 2005

Persediaan barang dalam proses 1 januari
Ditambah : Rp. 10.000
Bahan baku :
Persediaan 1 januari Rp. 5.000
(+) pembelian Rp. 100.000
Tersedia dipakai Rp. 105.000
(-) persediaan 31 desember Rp. 9.000
Bahan baku dipakai Rp. 96.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 200.000
Biaya overhead pabrik :
Tenaga kerja tidak langsung RP. 50.000
Listrik dan air Rp. 140.000
Bahan habis pakai pabrik Rp. 30.000
Penyusutan gedung pabrik Rp. 120.000
Penyusustan mesin Rp. 60.000
Total biaya oerhead pabrik Rp. 400.000s
Total biaya produksi tahun ini Rp. 696.000
Total biaya barang dalam proses Rp. 706.000
Dikurangi :
Persediaan barang dalam proses 31 desember Rp. 18.000
Harga pokok produksi Rp. 688.000






Bahan diskusi (dep A)
Soal :
Suatu perusahaan memproduksi satu jenis produk melalui satu departemen produksi. Data produksi dan biaya produksi pada maret 2014, sbb :
Data produksi :
Produk masuk proses pada bulan maret 10000 unit
Produk selesai ditransfer ke gudang 7500 unit
Produk dalam proses akhir periode dengan tingkat penyelesaian
BBB 100%, BTK 40%, BOP 60% 2500 unit
Pemakain biaya produksi pada maret 2014, sbb :
- biaya bahan baku Rp. 18.000.000
- biaya tenaga kerja Rp. 12.750.000
- Biaya overhead pabrik Rp. 10.800.000
Jumlah Rp. 41.550.000

Dari data diatas :
a. hitunglah harga pokok produksi selesai yang ditransfer kegudang produk jadi
b. hitung harga pokok produksi dalam proses pada akhir periode
c. buat jurnal yang diperlukan untuk mencatat biaya produksi



2. perhitungan dan pencatatan biaya produksi departemen B
Harga pokok produk yang dierima dari departemen A, contoh diatas, 6000  unit @Rp. 5.750,00 atau Rp. 34.500.000 jumlah tersebut dicatat debit akun barang dalam proses-biaya bahan baku departemen B. berarti, biaya bahan baku tiap unit produk yang diolah departemen B. yaitu penentuan biaya tiap unit produk yang ditambahkan didepartemen B.

Misalkan data produksi dan biaya produksi yang dikeluarkan di departemen B dalam periode bulan oktober 2014, diketahui Sbb :
Data produksi :
Produk dalam proses pada awal periode
Produk diterima dari departemen A buan oktober 6000 unit
Produk selesai ditransfer  ke gudang produk jadi 4500 unit
Produk dalam proses khir periode dengan tingkat penyelesaian
Biaya tenaga kerja 40% biaya overhead pabrik 60% 1500 unit
Jumlah produk yang diproses 6000 unit
Data biaya produksi
Hrga pokok produk diterima dari departemen A = 6000 unit @Rp. 5.750
        = Rp. 34.500.000
Biaya produksi ditambahkan didepartemen B :
- biaya tenaga kerja Rp. 5.100.000
- biaya overhead pabrik Rp. 6.750.000
Jumlah Rp. 11.850.000
Total biaya produksi           = Rp. 46.350.000

a. perhitungan biaya produksi per unit yang ditambahkan di departemen B
unit ekuivalen produk yang dihasilkan :
- Biaya tenaga kerja
- biaya overhead pabrik
Biaya produksi per unit produk yang ditambahkan :
- biaya tenaga kerja = Rp. 5.100.000 = Rp. 1000
5.100
- biaya overhead pabrik = Rp. 6.750.000 = Rp. 1.250
  5.400
Harga pokok perunit yang ditambahkan = Rp. 2.250

Harga pokok perunit selesai di departemen B :
Harga pokok yang dibawa dari departemen A = Rp. 5.750
Biaya produksi perunit ditambahkan didepartemen B = Rp. 2.250
Harga pokok perunit produk selesai = Rp. 8.000

Perhitungan biaya produksi
Harga pokok produksi selesai ditransfer kegudang = 4.500 x Rp. 8.000 = Rp. 36.000.000
Harga pokok produk dalam proses pada akhir periode :
Harga pokok dari departemen A = 1.500 x Rp. 5.750 = Rp. 8.625.000
Biaya ditambahkan didepartemen B :
- biaya tenaga kerja = 40% x 1.500 x Rp. 1000 = Rp. 600.000
- biaya overhead pabrik = 60% x 1.500 x Rp. 1.250 = Rp. 1.125.000
Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir periode = Rp. 10.350.000
Total biaya produksi = Rp. 46.350.000
Total biaya produksi berdasarkan perhitungan biaya produksi, sama dengan total biaya produksi berdasarkan data biaya diatas, yaitu : Rp. 46.350.000

b. pencatatan biaya produksi
1). Mencatat harga pokok produk yang diterima dari departemen A. pencatatan dilakukan saat produk selesai didepartemen A ditransfer ke departemen B, yaitu dengan jurnal :
BDP-BBB Departemen B Rp. 34.500.000
BDP-BBB Departemen A Rp. 18.000.000
BDP-BTK Departemen A Rp. 10.500.000
BDP-BOP Departemen A Rp. 6.000.000
2). Mencatat pemakaian biaya tenaga kerja didepartemen B yaitu dengan jurnal :
BDP-BTK Departemen B Rp. 5.100.000
Gaji dan Upah Rp. 5.100.000
3). Mencatta pemakaian biaya overhead pabrik di departemen B yaitu dengan jurnal :
BDP-BOP Departemen B Rp. 6.750.000
Akun-akun biaya overhead pabrik Rp. 6.750.000
4). Mencatat harga pokok produk selesai ditransfer kegudang, yaitu dengan jurnal :
Persediaan Produk Jadi Rp. 36.000.000
BDP-BBB departemen B Rp. 25.875.000
BDP-BTK departemen B Rp. 4.500.000
BDP-BOP departemen B Rp. 5.625.000
5). Mencatat harga pokok produk dalam proses pada akhir periode
Persediaan produk dalam proses Dep B Rp. 10.350.000
BDP-BBB departemen B Rp. 8.625.000
BDP-BTK departemen B Rp. 600.000
BDP-BOP departemen B Rp. 1.125.000


c. laporan biaya produksi departemen B :
penyusutan laporan biaya produksi departemen B, Sbb :



PT. BANGKIT
Laporan Biaya Produksi Departemen B
Oktober 2014


Data Produksi :
Jumlah produk diterima dari departemen A 6000 unit
Produk selesai ditransfer ke gudang 4500 unit
Produk dalam proses akhir periode, tingkat penyelesaian
Biaya teaga kerja 40%, biaya overhead pabrik 60% 1500 unit
6000 unit
Biaya yang dibebankan
Jenis Biaya Jumlah biaya Biaya Produksi
   Produksi      tiap unit
Harga pokok dari departemen A Rp. 34.500.000 Rp. 5.750
Biaya ditambahkan Departemen B:
Biaya Tenaga Kerja Rp. 5.100.000 Rp. 1000
Biaya overhead pabrik Rp. 6.750.000 Rp. 1.250
Jumlah Rp. 46.350.000 Rp. 8.000

Perhitungan biaya :
Harga pokok produk selesai ditransfer ke gudang :
4.500 x Rp. 8.000 Rp. 36.000.000
Harga pokok produk dalam proses aktif
Harga pokok dari departemen A Rp. 8.625.000
Biaya ditambahkan Departemen B
Biaya tenaga kerja Rp. 600.000
Biaya Overhead Pabrik Rp. 1.125.000
Rp. 10.350.000
Jumlah biaya produksi departemen B Rp. 46.350.000